Salah satu cara mudah dan pintar dalam mendongkrak populasi gurame adalah dengan meningkatkan kadar oksigen dalam kolam. Idealnya kadar oksigen terlarut bagi gurame adalah 3,5-5 ppm. Rendahnya kadar oksigen akan menyebabkan guame rentan terhadap stres. Sehingga populasi hidup dari gurame akan menurun drastis.
Pada kolam yang lebih padat cara ini sangat terbukti mampu meningkatkan populasi sebesar 80%-95%. Misalnya pada kolam ukuran 500 meter persegi, ditebar sebanyak 900 kg benih ukuran bungkus rokok, atau satu kilo terdiri dari 3- 5 ekor. Lazimnya, populasi benih yang ditebar pada areal seluas itu hanyalah 500 kg, dengan kepadatan 20-30 ekor per meter persegi. Namun dengan menambahkan pasokan oksigen ke dalam kolam, populasi itu bisa ditingkatkan menjadi 50-60 ekor per meter persegi.
Mesin pemasok oksigen dihubungkan dengan pipa PVC berdiameter 4 inci yang membujur di tepi kolam. Kemudian pipa disambungkan ke pipa lain yang lebih kecil, 0,5 inchi. Di setiap kolam sepanjang 30 meter ditanam 2 lajur pipa 0,5 inchi. Ukurannya sepanjang kolam. Agar tidak melengkung setiap interval 1,5 meter pipa disangga sambungan T. Dari dasar kolam yang tidak disemen, tinggi pipa 30 cm. Kedalaman kolam adalah 1,7 meter.
Setiap 1 meter, permukaan pipa dilubangi dengan diameter amat kecil. Tujuannya untuk menciptakan gelembng udara ketika mesin diaktifkan pada pukul 22.00 s/d 05.30 setiap hari selama masa pembesaran. Dari lubang pipa beukuran 0,5 inchi keluar gelembung-gelembung udara. Hasil pengukuran menujukkan bahwa kadar oksigen terlarut meningkat menjadi rata-rata 3,9 pm. Ditambah lagi waktu pembesaran 1-1,5 bulan lebih cepat daripada tanpa teknologi oksigenisasi.
Jika budidaya dengan cara oksigenisasi ini dianalisa, biaya yang dibutuhkan relatif kecil dibandingkan laba yang diperoleh. Misalnya, kebutuhan solar dalam satu malam hanya sekitar 3 liter, harga mesin dan pembuatan jaringan pipa menelan biaya Rp. 3 juta. Umur ekonomis jaringan pipa adalah 5 tahun, sedangkan mesin mencapai 10 tahun. Maka dapat diperkirakan dengan kapasitas yang meningkat 2 kali lipat dan umur pembesaran yang tidak lama, itu pasti menambah laba yang signifikan. Sedangkan FCR (Feed Convertion Ratio) gurame adalah 3, artinya untuk setiap 1 kg daging gurame diperlukan 3 kg pakan.
direviews dari Trubus
No comments:
Post a Comment