Budidaya Lobster memang gampang-gampang susah. Namun dibalik itu, hikmah yang diperoleh juga tidak diragukan lagi bahwa lobster masih mejadi idola sebagai salah satu peluang bisnis yang mendatangkan laba besar. Kebanyakan para petani lobster yang baru memulai budidaya ini, mengalami kesulitan ketika tiba-tiba lobster peliharaannya menjadi susah makan. Sehingga ketika seharusnya bobot ideal konsumsi seberat 100 gram/ekor tidak tercapai, justru lobster menjadi malas makan dan akhirnya mati lemas karena kelaparan.
Perlu dipahami bahwa memang lobster bukanlah spesies air tawar, sehingga perlu diperhatikan tentang pentingnya salinitas. Memperhatikan salinitas atau kadar garam merupakan salah satu kiat sukses keberhasilan dalam proses budidaya atau pembesarn ikan laut di darat. Salinitas ideal untuk lobster dengan spesifikasi diatas (layak konsumsi 100 gram/ekor) haruslah sebesar 30 ppt. Karena sejatinya lobster Panulirus spp adalah spesies penghuni karang yang hidup di kedalaman 3-10 meter di bawah laut dengan salinitas 30-32 ppt. Sedangkan udang karang seperti jenis bambu dan pasir dapat hidup di bawah salinitas normal atau payau, yaitu sekitar 28 ppt.
OSMOREGULASI
Perubahan iklim sangat mempengaruhi salinitas. Saat musim hujan salinitas dari kolam yang kemasukan air hujan akan turun, sekitar 2-3 ppm. Sehingga cara mudah dan pintar untuk menaggulanginya adalah dengan menambahkan garam ikan. Sedangkan pada musim kemarau, menyebabkan penguapan pada kolam sehingga konsentrasi menjadi lebih pekat. Untuk itu perlu diatasi dengan menambahkan air tawar.
Menurut Dr. Yushinta Fujaya Muskar, dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanudin, Makasar, Sulawesi Selatan, lobster termasuk tipe euryhalin, yang artinya lobster mempunyai toleransi tinggi terhadap perubahan salinitas. Toleransi tersebut terjadi karena lobster mempunyai mekanisme osmoregulasi yang mengatur keluar masuknya cairan dan ion tubuh melalui insang, ginjal dan usus. Sehingga ketika salinitas mulai turun lobster cenderung mengeluarkan cairan dan ion tubuh sehingga menjadikannya dehidrasi dan lemas, yang pada akhirnya menjadi malas makan. Sebaliknya, ketika salinitas tinggi lobster akan cenderung menyerap air kolam.
OKSIGEN TERLARUT
Proses adatapsi terhadap perubahan salinitas ini memerlukan energi yang besar dari lobster. Lobster akan mengambil energi yang seharusnya dipakai untuk pertumbuhan. Akibatnya, pertumbuhan lobster menjadi tidak optimal dan proses pembesaran membutuhkan waktu lebih lama. Maka daripada itu, salinitas perlu dikontrol secara rutin.
Faktor penting lainnya adalah oksigen terlarut (DO). Tinggi rendahnya DO ini sangat diengaruhi oleh tingkat kepadatana lobster dalam satu kolam. Idealnya, lobster dapat tumbuh maksimal dengan DO antara 4-5 mg/liter dengan populasi 15-20 ekor/meter persegi. DO tersebut dapat ditingkatkan dengan cara menambahkan aerasi berupa air pancuran dari pipa berlubang atau dengan memberikan arus kuat yang didorong oleh pompa berkekuatan 100 watt. Namun suhu kolam hauslah tetap stabil antara 25-28 derajat celsius. Sedangkan kadar pH diatur agar tetap normal pada angka 7-8. Jika kondisi kolam lebih rendah dari netral akan enyebabkan lobster mudah terserang cendawan.
SISTEM FILTERISASI
Filterisasi ini dimaksudkan untuk mengurangi tingkat kotoran dari lobster. Ini bisa dilaukan dengan cara menaruh rumput dwi ponggo atau red grass, karang, kerikil dan pasir di dasar kolam setinggi 10 cm, sebagai filter sisa pakan dan kotoran. Selain itu bisa diterapkan juga sistem resirkulasi dengan membuat bak filter yang isinya sama dengan isi dasar kolam. Posesnya sangat sederhana, ketika air kolam kotor masuk dan dibesihkan di bak fiter, lalu air bersih masuk kembali ke kolam
KUALITAS BIBIT
Pemilihan bibit yang tepat juga merupakan salah satu kiat sukses dalam budidaya lobster. Jika bibit yang didapatkan cacat seperti capit tidak lengkap dan karapas rusak, maka itu akan menyebabkan meningkatnya angka mortalitas dari lobster itu sendiri. Sehingga dengan seleksi bibit yang baik dan menjaga kualitas air akan meningkatkan tingkat hidup (natalitas) dari lobster. Otomatis keuntungan dan laba yang didapatkan dari budidaya lobster menjadi lebih besar.
diresume dari Trubus
No comments:
Post a Comment