Dec 26, 2014

Minyak Asiri Salah Satu Peluang Bisnis Menguntungkan Yang Masih Terbuka Lebar (bagian 1)

Minyak asiri adalah salah satu produk yang sangat digemari oleh dunia. Ini karena minyak asiri mempunyai banyak manfaat sebagai bahan dasar dalam industri farmasi, kosmetik, pemberi citarasa pada makanan dan bahkan antibakteri. Dahulu, minyak asiri hanya dikenal sebagai bahan wewangian yang disukai banyak orang. Sejalan dengan berkembangnya ilmu dan teknologi, berbagai macam penelitian telah dilakukan untuk menelisik beragam kegunaan minyak asiri selain sebagai aroma wewangian. Sehingga tak heran jika saat ini minyak asiri menjadi salah satu komoditas yang mahal dan dicari oleh dunia.
Secara harfiah minyak asiri (atsiri) didefinisikan sebagai  suatu cairan kental yang mudah menguap dalam suhu ruang dan memberikan aroma yang khas (aroma wewangian). Karena sifatnya yang mudah menguap inilah terkadang minyak asiri sering disebut juga sebagai minyak terbang. Minyak asiri didapatkan dengan cara destilasi (penyulingan) dari tanaman atau tumbuhan tertentu sehingga dari hasil tersebut akan diperoleh suatu bibit minyak wangi, yang kemudian akan diproses lebih lanjut sebagai bahan dasar pada berbagai macam produk kebutuhan.

Dalam pemanfaatannya sebagai bahan dasar, sebagai contohnya adalah minyak nilam, sering digunakan sebagai pengikat (fiksatif) aroma wangi dan pencegah penguapan aroma wangi pada parfum. Selain itu dalam segi kesehatan, kandungan 0,1% minyak nilam dalam sabun antijerawat, dapat menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis yang keduanya adalah bakteri penyebab timbulnya jerawat.

Di Indonesia sendiri, ada sekitar 39 komoditas potensial yang dapat disuling sebagai penghasil minyak asiri. Masing-masing memiliki pangsa pasar yang masih terbuka lebar dikarenakan kebutuhannya yang terus meningkat. Pasar minyak asiri di dunia terbagi dalam 2 segmen. Pertama, permintaan yang stabil karena pertumbuhan penduduk yang relatif rendah. Contohnya adalah ; pasar Jepang, Australia dan Selandia Baru. Sedangkan pasar Kedua, adalah pasar yang terus tumbuh karena perbaikan ekonomi dan standar kehidupan yang tinggi. Dalam kategori pasar ini antara lain seperti ; negara-negara di Eropa Timur dan negara-negara berkembang.

Secara jangka panjang potensi konsumsi dari minyak asiri dari negara berkembang yang sedang tumbuh akan melebihi tingkat konsumsi dari negara-negara industri. Sehingga minyak asiri akan menjadi sebuah peluang bisnis menguntungkan yang layak dipertimbangkan bagi para petani indonesia. Sebagian besar minyak asiri yang disuling para penyuling Indonesia diekspor dengan pangsa pasar : nilam 64%, kenanga 67%, akar wangi 26%, serehwangi 26%, pala 72%, cengkih 63%, jahe 0,4%, dan lada 0,9% dari total ekspor yang ada di dunia. Sedangkan negara-negara yang mejadi tujuan ekspor tersebut meliputi Amerika Serikat 23%, Inggris 19%, Singapura 18%, India 8%, Spanyol 8%, Perancis 6%, China 3%, Swiss 3% Jepang 2% dan juga negara-negara lain sebanyak 8%.

Selain dari jenis-jenis tanaman diatas, saat ini juga tengah ditemukan potensi sejumlah minyak asiri baru, misalnya ; bunga mawar, daun sirih, jahe, lajagua, kulit batang kayumanis, dan jeruk purut. Tanaman-tanaman ini sebenarnya bukan tanaman asing bagi Indonesia, namun beberapa penyuling di Indonesia baru melihatnya sebagai komoditas yang juga tidak kalah menguntungkan baru-baru ini. Pemanfaatan awalnya hanya sebagai pelengkap masakan minuman atau sekedar pembersih mulut. Namun ketika tanaman tersebut disuling menjadi minyak asiri, ternyata menambah nilai guna yang tinggi dan mendatangkan laba yang tidak sedikit.

bersambung : Minyak Asiri Salah Satu Peluang Bisnis Menguntungkan Yang Masih Terbuka Lebar (bagian 2)
diresume: dari berbagai sumber  
 

No comments:

Post a Comment