Dec 27, 2014

Minyak Asiri Salah Satu Peluang Bisnis Menguntungkan Yang Masih Terbuka Lebar (bagian 4)

Salah satu kiat sukses dan jitu dalam meraih keuntungan bisnis penyulingan minyak asiri adalah mempertahankan mutu. Komitmen dalam menjaga kualitas ini diperlukan sebagai salah satu strategi mendapatkan kepercayaan dari pasar nasional maupun internasional. Tidak jarang produk asiri yang didapati para pengepul, pengusaha dan exportir tidak sesuai dengan standar mutu yang diharapakan.


Salah satu cara menguji mutu tersebut misalnya untuk minyak nilam, diteteskan ke kertas papir (biasa digunakan untuk melinting tembakau). Kertas yang telah ditetesi dengan minyak nilam tersebut lalu didekatkan ke api atau petromaks. Setelah kertas kering kemudian diterawang, jika terdapat sisa minyak di kertas tersebut maka itu menandakan, adanya kontaminasi pada minyak nilam tersebut. Lazimnya minyak asiri cepat menguap, oleh karena itu sering disebut juga sebagai minyak terbang.

Contoh uji kualitas yang lain adalah uji kadar citronela dalam minyak serehwangi. Minyak didalam tabung reaksi dikocok selama lima menit. Jika gelembung busa besar dan cepat pecah, kadar citronela tinggi, yaitu antara 37% sampai dengan 42%. Sebaliknya jika ukuran busa kecil dan lambat pecah, maka kadar citronelanya rendah. Busa yang besar namun lambat pecah artinya terjadi kontaminasi minyak non-asiri. Apalagi jika terdapat gelembung udara yang tidak pecah, maka bisa dipastikan terdapat campuran di dalamnya.

Kadar PA (patchouli alkohol) dalam nilam dan citronela pada serehwangi juga dapat diidentifikasi lewat indra pencium kita. Kadar keduanya tinggi jika aroma yang ditimbulkan menyengat dan tahan lama. Hampir mirip dengan aroma minyak kayuputih yang menusuk. Jika aroma cepat pudar dan menghilang, maka bisa diduga terdapat campuran terhadap kedua minyak tersebut.

Contoh lain pengujian minyak pala dengan meneteskan etanol dalam tabung reaksi. Minyak pala diteteskan dalam tabung reaksi, setelah ditambahkan satu tetes etanol lalu tabung dikocok selama 5 menit. Jika keruh, masing-masing ditambahkan satu tetes minyak pala dan etanol. Itu dilakukan secara terus-menerus hingga didapatkan hasil yang jernih. Semakin banyak tetesan yang diberikan, maka kualitas dari minyak tidak baik. Cara ini biasanya dilakukan hanya oleh pengepul atau ekxportir. Lebih akurat lagi jika pengujian tersebut dilakukan dengan peralatan mutakhir seperti gas kromatografi dan alcoholmeter.

Cara yang lebih mutakhir lagi adalah dengan menimbang minyak yang akan diuji dengan timbangan elektrik. Lalu minyak disaring agar benar-benar bersih. Agar kualitas minyak asiri terjaga, sebaiknya tidak mencampurkan minyak dari 2 atau lebih penyuling yang berbeda sebelum mengetahui standar mutunya. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pelacakan jika terjadi pencampuran minyak asiri dengan senyawa lain.

Setelah proses penyaringan, sebanyak 5 tetes dari masing-masing penyuling diambil sebagai sample. Kedalam minyak yang diletakkan dalam tabung reaksi, ditambahkan 10 ml alkohol. Larutan tersebut dicampur dan kemudian disimpan dalam frezeer selama 12 jam. Apabila campuran menjadi keruh atau dipermukaan bawah tabung reaksi terdapat gumpalan, berarti terdapat pencampuran minyak asiri dengan minyak lain.

sumber : diresume dari Trubus 

bersambung ke bagian 5

No comments:

Post a Comment