Dec 27, 2014

Minyak Asiri Salah Satu Peluang Bisnis Menguntungkan Yang Masih Terbuka Lebar (bagian 3)


Meskipun minyak asiri menjanjikan laba tinggi, tak gampang mewujudkan meraih untung. Salah satu penyebabnya adalah kendala tersedianya bahan baku. Pasokan bahan baku utama yang kerap tidak stabil, menyebabkan harga bahan baku membumbung tinggi. Selain itu dari sisi petani, adalah sebaliknya. Untuk mengebunkan tanaman yang nantinya akan disuling menjadi minyak asiri tidak mendapat kejelasan tentang harga pasar yang stabil. Kalaupun bahan baku tersebut mudah, bukan berarti semuanya akan beres. Karena pada dasarnya beberapa komoditi bahan baku minyak asiri memerlukan perlakuan yang berbeda-beda dalam proses produksinya


Hambatan lainnya adalah kebijakan pemerintah, riset dan pendidikan yang kerap tidak sejalan sehingga kurang mampu mendorong berkembangnya minyak asiri di Indonesia. Sebagai contoh adalah India yang pada 26 tahun lalu hanya menjadi peringkat ke-4 produsen minyak mint. Namun karena adanya kerjasama yang berkesinambungan antara pemerintah, institusi-institusi riset dan juga pengusaha yang ada disana, akhirnya sekarang India menjadi negara produsen no satu dunia.

Dari segi pasar sendiri, kadangkala sering dijumpai kesimpangsiuran standar kualitas atau mutu dari minyak asiri. Tidak pastinya akan informasi ini menyebabkan beberapa penyuling sangat dirugikan, karena ketika mereka mulai berproduksi, dan kemudian menjualnya kepada pengusaha yang lebih besar, banyak dari mereka yang produk asirinya ditolak karena tidak sesuai standar mutu. Tidak transparannya standar inilah yang kadang membuat para penyuling enggan untuk terus berproduksi. Pada akhirnya tingkat kontinyuitas dari produksi minyak asiri tidak dapat menjamin kemakmuran dari petani dan penyuling-penyuling mikro.

Beberapa contoh dari minyak asiri yang mayoritas telah banyak dikembangkan oleh masyarakat Indonesia adalah nilam, kenanga, pala, serehwangi, jahe, cengkih, lada dan akarwangi. Nilam sangat populer di Indonesia, sehingga menjadikan negara ini sebagai exportir terbesar dunia. Sedangkan mint dipegang oleh India dan minyak mawar diraih oleh China, yang sebelumnya dikuasai oleh Bulgaria dan Turki. Pergeseran itu karena ongkos produksi yang jauh lebih murah, terutama adalah ongkos tenaga kerja benua Asia yang relatif murah.

sumber : diresume dari Trubus

bersambung ke bagian 4

No comments:

Post a Comment